Selasa, 24 Mei 2011

Sedia Payung Sebelum Hujan

Payung
Sedia payung sebelum hujan, semua orang juga mengerti arti dari pepatah ini. Memang memiliki dua arti, arti yang sesungguhnya kita selalu siap melindungi diri kita dari hujan dan terik matahari di setiap musim dengan membawa payung kemana - mana. Arti dari pepatah ini sendiri adalah apapun yang terjadi dalam kehidupan ini, kita sudah harus siap menerima kenyataan, dan sebelum hal terburuk datang kepada kita, kita pun sudah siap menghadapi segala sesuatunya dengan persiapan yang matang.



Hal yang nyata adalah manfaat dari asuransi, bila suatu hal buruk menimpa kita, seperti bencana, kecelakaan, dan kebakaran datang secara tiba - tiba tetapi kita telah memiliki asuransi yang dapat digunakan untuk meringankan semua beban hidup kita. Hal yang paling nyata adalah tabungan kebajikan, merupakan suatu bentuk deposito yang sangat penting dan berharga. Pada saat datangnya karma buruk merongrong hidup kita, ternyata tabungan kebajikan kita dapat digunakan untuk meringankan semua hutang - piutang perbuatan buruk yang pernah dilakukan baik secara sadar maupun tidak sadar.

Menyapu untuk membersihkan, adalah pekerjaan yang sangat penting dan perlu. Bayangkan bila rumah kita tidak pernah di sapu, hasilnya debu akan banyak menempel dimana - dimana. Bila kita sering membersihkan rumah kita, maka kapan pun tamu akan datang dan berkunjung ke rumah, tidak perlu lagi repot khusus membersihkan rumah karena sehari - harinya sudah dalam keadaan bersih.

Ini juga merupakan bagian dari pepatah ' sedia payung sebelum hujan'. Kebersihan dan kerapihan adalah bagian dari kehidupan manusia yang paling penting dapat membawa kebahagiaan bagi siapapun yang merasakannya. Bila rumah kita asri, rapi dan bersih maka kenyamanan dan kebahagiaan akan selalu ada disana.

(Sao di sao di sao xin di) artinya Sapu... Sapu... Sapulah hatimu, bersihkan hati dan pikiran. Sebelum mampu membuat suci hati dan pikiran, minimal kita berusaha untuk membersihkan hati dan pikiran. Bersihkan dari segala kekotoran yang menempel, kekotoran yang meliputi hati dan pikiran kita. Kekotoran batin yang kasar maupun halus, berupa kesombongan, keangkuhan, kebencian, kepuasan pada diri sendiri, ketinggian hati, keserakahan, kebodohan, kemarahan, ke'AKU'an, ketakutan, kecemasan, dan lainnya. Tentu tidak akan mampu untuk menyapu semuanya tapi perlahan tapi pasti, minimal semua akan terlihat lebih indah. Karena bila tidak dikikis perlahan - lahan dari sekarang maka semakin tebal kekotoran batin yang meliputi hati dan pikiran kita.

Menyapu dan menyapu menyapu hati. Bila rumah dua hari tidak disapu, tentunya debu - debu akan sangat tebal sekali. Demikian dengan batin ini, harus disapu di gosok agar mengkilat. Setiap orang sesungguhnya memiliki kebijaksanaan, kedamaian, ketenangan, kebajikan dalam dirinya, namun karena debu dan kotoran batin yang begitu tebal melapisi semua itu, sehingga kita tidak lagi berpikir secara bijaksana.

Bibit - bibit pecerahan yang lama ada di dalam diri kita pun tidak bisa bertumbuh dan berkembang, karena tidak pernah dirawat dan selalu tertutupi oleh ilalang, tanaman liar, debu yang tebal menjadi lapisan kerak tanah, dan batu - batu kerikil kehidupan yang menutupi permukaan hati kita, sehingga membuat bibit - bibit pencerahan itu tidak mampu tumbuh.

Maka dengan menyapu, membersihkan, dan merawat hati kita setiap hari, dengan mencabut tanaman jahat yang menjalar di hati ini setiap harinya tentunya akan membuat bibit - bibit pencerahan akan tumbuh subur dalam hati. Cinta kasih, kasih sayang dan kebijaksanaan akan mudah bersemi, berkembang dan memancarkan keindahannya setiap hati. Rawatlah taman di hatimu dengan baik, dan bunga - bunga keindahan jiwa akan tumbuh subur. Jangan sampai kemalangan, bencana dan derita kepanjangan datang dalam dirimu, baru akan menanam bibit - bibit kebajikan, baru mulai untuk menyapu dan membersihkan hati ini. Sepertinya agak terlambat, walau tidak ada kata terlambat untuk memulai, tetapi lebih baik bila "Sedia Payung Sebelum Hujan."

Rawatlah taman di hatimu dengan baik, dan bunga - bunga keindahan jiwa akan tumbuh subur.

From : Samanera Sakya Sugata (Sami Neng Xiu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar